Nafasku tersekat dalam tangis
Duhai, mengapa nafas tak lepas bersama jeritan
Sesudahmu tiada lagi kebaikan dalam kehidupan
Aku menangis karena aku takut hidupku akan kepanjangan
Kala rinduku memuncak, ku jenguk pusaramu dengan tangisan
Aku menjerit meronta tanpa mendapatkan jawaban
Duhai yang tinggal di bawah tumpukan debu, tangisan memelukku
Kenangan kepadamu melupakan daku dari segala musibat yang lain
Jika engkau menghilang dari mataku ke dalam tanah
Engkau tidak hilang dari hatiku yang pedih
Berkurang sabarku bertambah dukaku
Setelah kehilangan khatamul Anbiya'
Duhai mataku, cucuran air mata sederas-derasnya
Jangan kau tahan bahkan linangan darah
Ya Rasul Allah, wahai kekasih Tuhan
Pelindung anak yatim dan dhu'afa
Setelah mengucur air mata langit
Bebukitan, hutan dan burung
dan seluruh bumi menangis
Duhai junjunganku tanpa
Untuk mu menangis tiang-tiang Ka'bah
Bukit-bukit dan lembah Makkah

0 komentar:
Post a Comment