CO.CC:Free Domain

Puisi Fatimah

Nafasku tersekat dalam tangis

Duhai, mengapa nafas tak lepas bersama jeritan

Sesudahmu tiada lagi kebaikan dalam kehidupan

Aku menangis karena aku takut hidupku akan kepanjangan

Kala rinduku memuncak, ku jenguk pusaramu dengan tangisan

Aku menjerit meronta tanpa mendapatkan jawaban

Duhai yang tinggal di bawah tumpukan debu, tangisan memelukku

Kenangan kepadamu melupakan daku dari segala musibat yang lain

Jika engkau menghilang dari mataku ke dalam tanah

Engkau tidak hilang dari hatiku yang pedih

Berkurang sabarku bertambah dukaku

Setelah kehilangan khatamul Anbiya'

Duhai mataku, cucuran air mata sederas-derasnya

Jangan kau tahan bahkan linangan darah

Ya Rasul Allah, wahai kekasih Tuhan

Pelindung anak yatim dan dhu'afa

Setelah mengucur air mata langit

Bebukitan, hutan dan burung

dan seluruh bumi menangis

Duhai junjunganku tanpa

Untuk mu menangis tiang-tiang Ka'bah

Bukit-bukit dan lembah Makkah


Puisi ini konon dibacakan Fatimah setiap mengunjungi makam Ayahnya


0 komentar: